luiskabak

luiskabak

Hot

Motivasi

Senin, 10 Mei 2021

Ciptakan Masalah,Pertanyakan,dan Cari Solusi

Mei 10, 2021 0

 Ciptakan Masalah,Pertanyakan,dan Cari Solusi

Ilustrasi (foto : islampos.com)

Hidup manusia ini tidak terlepas dari masalah yang datang silih berganti,masalah sengaja bahkan tidak sengaja. ini harus di hadapi tanpa harus menyalahkan siapa-siapa bahkan dirinya sendiri. kandang manusia berpikir ah masalah ini sulit,bikin pusing dan sebagainya lalu menghindari diri dari kenyataan itu. namun satu hal yang tidak kita sadari adalah masala membuat seseorang berfikir cara bagaimana harus menghadapi persoalan yang di hadapi setiap individu.

Ciptakan Masalah...
ciptakan masalah dengan segaja bahkan tidak sengaja atau pun masalah yang datang sendiri tanpa angin dan tanpa hujan,katakan terimakasih dan selamat datang kepada setiap percobaan masalah yang sedang anda hadapi dengan bentuk masalah apapun. ciptakan masalah juga merupakan bagian dari pengembangan diri anda untuk mampu melihat sejauh mana anda bisa menghadapi dengan potensi yang  anda miliki,dan mengajak setiap individu berfikir kreatif. 

Pertanyakan dengan pertanyaan-pertanyaan simpel tetapi menantang diri sendiri. kenapa harus masalah?,kenapa harus kepada saya?mengapa tidak orang lain saja?,apakah harus saya?

Cari Solusi....
dari setiap pertanyaan simpel diatas sudah mengajak diri anda untuk berfikir kreatif untuk bagaimana mencari jalan keluar dan temukan solusi-solusi yang mungkin anda tidak terpikirkan sebelumnya. dan pada akhirnya anda menemukan solusi lalu mengatasi persoalan mu sendiri,kelompok bahkan pada lingkungan yang lebih luas. 

semarang 11 mei 2021

Read More

Rabu, 03 Maret 2021

Dukung Pembangunan Berkeadilan: JW Sagu Yahukimo Gelar Pelatihan Jurnalistik

Maret 03, 2021 0

 

Peserta Pelatihan Angggota Jw Sagu


Yahukimo, Nokenwene.com—Jurnalis Warga (JW) Sagu Yahukimo menggelar pelatihan jurnalistik di Dekai pada Hari, Kamis (29/8/2019) dan diikuti oleh delapan anggota JW Sagu.

Ence, pemateri sekaligus fasilitator JW Sagu menjelaskan, materi yang diberikan kepada para peserta JW adalah dasar-dasar membuat berita dalam bentuk tulisan dan video.

“Kami ajarkan cara menulis berita sesuai prinsip 5W +1H dan membuat berita dalam bentuk video,” jelas Sekretaris Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP).

Ence menambahkan, selain melatih membuat berita, juga diajarkan cara membuat pertanyaan, dan mewawancarai narasumber.

Sementara itu, Ruland Kabak Ketua JW Sagu Yahukimo menjelaskan, JW Sagu dibentuk pada bulan Maret Tahun 2018.

Kabak menambahkan JW Sagu dibentuk untuk menjadi wadah bagi anak muda untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif di tengah banyaknya pengaruh negatif saat ini. Selain itu, kaum muda pun dilatih berpartisipasi mendorong dan mendukung pembangunan yang berkeadilan di kabupaten Yahukimo.

“Pelatihan menulis juga bermanfaat ketika teman-teman dalam pendidikan perguruan tinggi bisa membuat Laporan magang, menulis skripsi, dan lain-lain,” jelasnya.

Kabak juga mengatakan, untuk saat ini JW Sagu belum mempunyai sekretariat. Sehingga, pelatihan dilakukan di mana saja seperti di sekolah-sekolah.

Pewarta: Vetto Wisabla, Rudi Kabak, Arni Kepno, Maret Bomae (Jurnalis Warga Sagu Yahukimo)

Read More

Tuan Berdasi Janggan Pilih Kasih

Maret 03, 2021 0

 

Ruland J Kabak (Foto:Nokenwene.com


Oleh : Ruland J Kabak

Pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Setiap orang pun berjuang untuk mendapatkan pendidikan terbaiknya.  Bahkan, ada sebagian orang yang memilih meninggalkan negaranya untuk bersekolah di negara lain tentunya dengan anggaran yang tak sedikit.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan di daerah tertinggal. Jauh di pelosok negeri, para penerus bangsa bahkan ada yang belum mengenal abjad.

Bagi masyarakat pedalaman, pendidikan memang masih dipandang sebelah mata. Namun lebih parahnya, pemerintah sebagai pengatur kebijakan pendidikan pun bersikap kurang adil dalam hal sistem dan infrastruktur pendidikan yang berada di daerah terpencil. Perbedaan yang sangat kontras bisa kita lihat jika membandingkan fasilitas sekolah di kota dengan sekolah di kampung.

Sekolah-sekolah di kota, sudah tentu memiliki gedung sendiri, lapangan olahraga, laboratorium, perpustakaan dengan buku yang lengkap, laboratotium komputer dan para pengajar yang telah mengeyam pendidikan sesuai standar.

Sedangkan, sekolah di kampung-kampung terpencil terkadang tidak memiliki gedung sendiri, sehingga harus berbagi, misalnya antara SD dan SMP harus bergabung dalam satu gedung, ruang perpustakaan pun nampak lengang, tak ada komputer yang bisa digunakan siswa untuk membuka cakrawala. Tenaga pengajar selain kurang, ada juga yang malah memilih tinggal di kota menikmati gaji buta.

Pemerintah seakan pilih kasih dalam menggelontorkan dana pendidikan. Bagi daerah terpencil, mereka sangat merasakan ketidakadilan tersebut. Seharusnya, pemerintah bisa bersikap lebih bijak dan bisa memberikan pelayanan pendidikan yang merata di negeri ini. Jangan sampai wajah pendidikan yang murung di daerah terpencil terus terpelihara.

Salah satu bukti nyata kesenjangan pendidikan tersebut adalah sekolah di Kabupaten Yahukimo, tepatnya SD Inpres Paima yang terletak di Distrik Hogio Kabupaten Yahukimo. SD ini berada di daerah yang sedikit jauh dari pusat pelayanan pendidikan dan terkesan terisolir karena topografi alam yang berbukit-bukit dan terjal dan hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat udara berbadan kecil dari Ibukota Kabupaten dengan waktu tempuh selama 15 menit.

Wajah pendidikan di daerah tertinggal memang masih terlihat suram. Hingga saat ini, pemerintah seakan tak berbuat banyak dalam memajukan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan Papua pada khususnya. Fasilitas yang kurang memadai dan pengajar yang kurang lengkap menjadi salah satu hambatan bagi berkembangnya minat belajar masyarakat pelosok.

Namun, semua kekurangan dalam fasilitas pendidikan tak menyurutkan niat anak-anak negeri dari ufuk timur matahari untuk mengenyam pendidikan. Terbukti, demi menimba ilmu banyak pelajar yang tiap hari diwajibkan bangun pagi-pagi dan rela berjalan kaki puluhan kilo meter menembus kabut dan embun pagi melewati perkampungan dengan naik gunung, turun bukit.

Sesampainya di sekolah kadang tidak belajar karena tidak ada tenaga pengajar, sehingga para pelajar hanya bermain. setelah bermain para pelajar pun kembali pulang sambil menahan terik panasnya matahari dan derasnya hujan, semuanya dilakukan untuk menimba ilmu.

Banyak pula yang mesti melewati sungai yang dalam, dan arus yang deras untuk berangkat ke dan pulang dari sekolah. Mestinya, semangat belajar para pelajar di daerah tertinggal inilah yang kita jadikan motivasi. Sehingga pendidikan di Papua bisa menjadi lebih baik lagi.

Semoga wajah pendidikan di negeri matahari ini bisa bersinar layaknya mentari pagi. Bukan hanya bagi warga ibu kota Kabupaten, Provinsi, dan Negara, namun juga bagi para penerus bangsa di pelosok Papua.

Penulis adalah Anggota Jurnalis Warga nokenwene.com

Read More

Rabu, 26 September 2018

Lingkaran Persaudaraan antar Sesama

September 26, 2018 0
Lingkaran Persaudaraan antar Sesama
Lingkaran saat menikmati atau makan bersama sesuai budaya orang papua (Suku Dani)


Lingkaran persaudaraan dimana dilakukan oleh mahasiswa papua semarang saat makan bersama,hal sepele seperti aka menimbulkan suatu tali persaudaraan yang positif antar sesama mahasiswa dan dan saling mengenal satu dengan yang lain.
Hal-hal seperti dapat dilakukan saat moment-moment tertentu diamana biasanya dilakukan pada acara wisudah dan lain sebagainya. yan dapat menghasilkan adalah nilai positif dimana kita dapat saling bertemu dan saling mengenal ayang berujung pada hubungan seperti keluarga.

Sebaiknya hal seperti begini harus terus dilakukan sebab mengandung nilai budaya yang mana dahulu sering dilakukan oleh nenek moyang kita dahulu kalah.
Read More